Berita Fakultas




Memperingati HAORNAS Ke-36, FIO adakan Upacara

oleh: Admin      Tanggal: 10-09-2019      55 pembaca

fik.unesa.ac.id-Surabaya Semarak Upacara untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke 36 berlangsung meriah dan khidmat. Acara yang dilaksanakan di lapangan Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Gedung U1 UNESA, dihadiri oleh Dekan beserta jajarannya, dosen, tendik dan Mahasiswa FIO dan yang bertindak sebagai pembina upacara yakni Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes.

Rektor Unesa sekaligus mantan Dekan FIO, Prof. Dr. Hurhasan, M.Kes., dalam amanatnya menyampaikan bahwa civitas akademika FIO, bersama-sama menjaga marwah HAORNAS.

“Ini adalah momentum yang harus dijaga, kita diberi apresiasi oleh pimpinan bangsa ini dengan HAORNAS setiap tanggal 9 September. Maka mau tidak mau, dan wajib ain, civitas FIO Unesa wajib melaksanakan dan mejaga marwah HAORNAS 9 September, jangan sampai tidak”, Ujarnya.

Rektor menambahkan, tanggal 13 nanti adalah puncak dari HAORNAS, beliau meminta kepada Dekan dan jajarannya mewajibkan untuk mengikuti HAORNAS.

“Jika FIP mempunyai Hari Pendidikan Nasional, kita FIO mempunyai Hari Olahraga Nasional, Jadi kewajiban kita adalah ikut menjaga marwah, karena tidak semua civitas olahraga peka dan peduli kepada HAORNAS. Ini adalah era industri 4.0, maka kita harus kreatif, inovatif dan mampu beradaptasi dengan situasi. Kalau tidak dijaga, oalahraga itu akan terpuruk” Ujar rektor Unesa.

Selain itu ada Prof. Made  selaku perwakilan dari Dosen FIO yang ikut serta menyampaikan beberapa pesan. Beliau menyampaikan untuk tahun 2020, semua prodi yang ada di Unesa, sepakat untuk research tentang bagaimana mensubstitusi ilmu keolahragaan kedalam prodi-prodi diseluruh Unesa. Sehingga olahraga benar-benar menjadi unggulan Unesa.

Setelah beliau menyampaikan amanahnya, acara dilanjutkan dengan penyerahan Piagam kepada mahasiswa berprestasi Febryansyah Gilang yang telah menjadi juara 1 dalam acara PIMNAS ke -32 kategori Poster dalam PKM-M, dan kepada David Sahirul yang menjadi Juara 1 Karate Kategori Kata Men U20 di Ceko tahun 2019 ini, serta pelepasan balon ke udara oleh Rektor.

Acara ditutup dengan senam aerobik bersama dosen, tendik dan mahasiswa,serta penampilan karate, pencak silat dan anggar. Serta beberapa lomba yang diadakan di halaman Fakultas Ilmu Olahraga seperti, tarik tambang, dan memasukan paku kedalam botol. (ark/wny)

.



ISSES 2019 "Golf and Woodball Athlete Development and Training"

oleh: Admin      Tanggal: 20-08-2019      209 pembaca

fik.unesa.ac.id - Surabaya. Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya (FIO – UNESA) selenggarakan International Seminar of Sport and Exercise Science (ISSES 2019) dengan tema Golf and Woodball Athlete Development and Training. Seminar internasional ini dilaksanakan pada hari Senin (19/08/2019) di Ruang Auditorium Gedung Rektorat UNESA Lidah Wetan Surabaya dimulai pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Acara yang diadakan di Auditorium Rektorat Unesa tersebut dihadiri oleh 260 peserta yang terdiri dari Dosen delegasi 3 perguruan tinggi negeri dan swasta seluruh Indonesia, pengurus dan atlet dari Persatuan Golf Indonesia JATIM dan Woodball Association JATIM, Komite Olahraga Timor Leste, Kalangan Umum, dan Mahasiswa S1 terutama mahasiswa baru 2019 FIO UNESA dan mahasiswa S2. Acara dibuka oleh Bpk. Sujarwanto selaku WR 4 UNESA, yang kemudian dilanjutkan oleh Bpk.Muchamad Arif Al Ardha, S.Pd., M.Ed selaku Ketua Panitia pelaksana International Seminar of Sport And Exercise Science 2019 (ISSES 2019).

Materi seminar Internasional pertama diisi oleh Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir,MA. Ph.D selaku Mantan DIRJEN dan Deputi KEMENPORA dengan judul "Long Term Athlete Development (LATD) : An Application of Sports Sciences & Technology). Dalam seminarnya, beliau mengatakan bahwa "Sport System" di Indonesia belum dikembangkan secara baik, meskipun di Indonesia memiliki hukum nasional tahun 2005 mengenai "Sports System", pada penerapannya masih secara tradisional. Beliau melanjutkan bahwa masalah-masalah seperti kurangnya latihan untuk ratio kompetisi pada awal-awal tahun, kompetisi yang seharusnya untuk dewasa dibebankan kepada atlet muda, program latihan untuk atlet pria malah digunakan untuk atlet wanita, Dll itu masih ada.

Setelah Prof.Toho Cholik menyampaikan seminarnya, pada kesempatan yang sama, Prof. Chung Bing Yang (EMBA Associate professor, association director, Lions Club International manager) memaparkan materi tentang Golf and Woodball Training. Beliau menyampaikan step by step teknik dalam memperagakan posisi badan dan tangan yang benar dalam memegang, mengayunkan stik golf dan woodball agar bola bisa mencapai sasaran dengan tepat. “Yang terpenting dari golf adalah cara mengatur bagaimana cara posisi berdiri kita”, ujarnya. Beberapa orang ada yang sangat lurus posisi punggungnya, namun yang dibutuhkan sebenarnya adalah posisi sedikit membungkuk saat akan mengayunkan bola golf. Selain itu, pada golf dan woodball terdapat perbedaan walaupun terlihat sama. Perbedaannya yakni posisi genggaman tangan ketika mengayunkan antara golf dan woodball. Pada golf untuk mecapai target utama yakni bola terbang dan tidak ada hambatan. Sedangkan pada woodball yang ditargetkan yakni bola menggelinding dan itu terdapat banyak hambatan karena bentuk dataran yang tidak sama.

Selain Prof.Yang dari Taiwan, terdapat 2 pemateri lagi yaitu Greg Wilson, Ph.D dari ASCA dengan materi Strength & Condition for Golf Athelet, dan Matthew L. Blaylock, Ph.D dengan materinya tentang Sport Psyhcology for Golf. (ARK/WNY)

.



Bupati Nganjuk : “Mahasiswa Harus Mampu Menjadi Agent of Change dalam Gerakan Anti Korupsi”

oleh: Admin      Tanggal: 14-08-2019      251 pembaca

fik.unesa.ac.id - Surabaya. Semarak PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) tahun ajaran 2019 / 2020 pada hari ke-2 dimeriahkan dengan kedatangan bapak Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, S. Sos., M.M.  Pada kesempatan ini, beliau mengisi materi yang berlangsung di Auditorium FIO lantai 3, diawali dengan penampilan Karate, serta Pencak Silat dari perwakilan calon mahasiswa baru Jurusan S1 Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi yakni Denny Firman Syah dan Donny Firman Syah yang merupakan saudara kembar.

Materi dengan judul “Peran Mahasiswa dalam Mencegah Korupsi dan Berpartisipasi dalam Good Governance” diikuti sangat antusias oleh para calon mahasiswa baru Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya.

Inti dari materi yang disampaikan adalah penjelasan mengenai korupsi dan faktor – faktor yang menyebabkan adanya korupsi, dampak korupsi hingga cara untuk memberantas korupsi.

Beliau menyampaikan bahwa perilaku seperti membolos, menyontek, titip tugas atau perbuatan curang lainnya adalah contoh korupsi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Selain itu Novi juga  menghimbau kepada adik - adik maba agar perilaku – perilaku seperti korupsi dapat dihilangkan dimulai dari diri sendiri.

Dari penyampaian materi ini, banyak calon mahasiswa baru yang mengajukan pertanyaan, salah satunya yakni bagaimana cara mahasiswa agar tidak ikut atau terjerumus kedalam korupsi.

Dengan melihat berbagai kasus korupsi yang ada di Indonesia, maka peran mahasiswa sangatlah penting. “Mahasiswa harus mampu menjadi Agent of Change dalam gerakan anti korupsi, mampu menyuarakan kepentingan rakyat, mengkritisi kebijakan – kebijakan yang koruptif, serta sebagai watch dog (pengawas) lembaga negara dan penegak hukum”, ujar bupati Nganjuk.

Sebelum acara ditutup, beliau memaparkan cara – cara untuk memberantas korupsi yaitu dengan Penindakan (Takut korupsi) ; Perbaikan Sistem (Mempersempit celah korupsi) ; terakhir Edukasi & Kampanye (tidak mau korupsi).

Acara diakhiri dengan kesimpulan yang disampaikan oleh Hijrin Fitroni, S.Or., M.Pd., selaku moderator sekaligus sebagai Ketua Panitia PKKMB FIO dengan statement : “Perlunya memberikan moral dan iman yang kuat bagi generasi Milenial serta membangun lingkungan dan budaya anti korupsi sejak dini, itu merupakan kunci pencegahan korupsi di tingkat mahasiswa.” (wny)

.



Dekan FIO: Mahasiswa Baru Harus Bisa Beradaptasi Dengan Lingkungan Kampus

oleh: Admin      Tanggal: 12-08-2019      158 pembaca

kik.unesa.ac.id- Surabaya sebanyak 540 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan upacara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun ajaran 2019/2020 di halaman depan FIO, Kampus Unesa Lidah Wetan Surabaya, Senin (12/8).

Dalam upacara pembukaan ini, yang menjadi pemimpin upacara adalah perwakilan dari Mahasiswa Baru (MABA) FIO, dan yang menjadi pembina upacara yaitu Bpk. Dr. Setiyo Hartoto, M.Kes selaku Dekan FIO. Upacara pembukaan ini dihadiri oleh Dekan selaku pembina upacara, Wakil Dekan III, Pendamping Mahasiswa serta panitia PKKMB.

Pada kesempatan kali ini, Dekan selaku pembina upacara memberikan beberapa sambutan hangat kepada MABA FIO 2019 dan memberikan beberapa arahan kepada panitia PKKMB. Dekan FIO berpesan bahwa Mahasiswa Baru harus selalu bisa beradaptasi, dalam arti menyesuaikan dengan lingkungan kampus. Selain itu juga beliau berpesan kepada panitia agar besar harapan acara PKKMB 2019 ini bisa berjalan dengan lancar dan baik. Jika ada Mahasiswa Baru yang tidak disiplin maka MABA tersebut harus mengulang dan mengikuti acara PKKMB tahun depan, ucapnya.

Kegiatan upacara pembukaan PKKMB ini ditutup dengan penyerahan topi Garda FIO secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru, dan juga pelepasan burung dara oleh Dekan FIO, Yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan pencak silat, karate, dan gymnastic dari perwakilan MABA.

 (ARK/WNY)

.



Yudisium Ke-2 FIO : Kembangkan Moralitas, Prestasi, dan Amalkan Ilmu

oleh: Admin      Tanggal: 17-07-2019      296 pembaca

Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) - Surabaya, Tanggal 16 Juli 2019 bertempat di Auditorium lantai 3, Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa sukses menggelar acara yudisium yang ke-2. Acara tersebut dihadiri oleh Dr.Setiyo Hartoto, M.Kes selaku Dekan FIO, Drs. Gatot Darmawan, M.Pd (WD Bidang Akademik), Drs. Arif Bulqini, M.Kes (WD Bidang Umum dan Keuangan), Abdul Hafidz, S.Pd., M.Pd (WD Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Senat, Dosen, dan Tendik Fakultas.

Pada Yudisium ke-2 kali ini, FIO berhasil meyudisium 112 mahasiswa/wi dari 3 jurusan, 40 yudisiawan/wati dari jurusan Pendidikan Olahraga, 24 yudisiawan/wati dari jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, dan 48 yudisiawan/wati dari jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi.

Dari 112 mahasiswa/wi yang diyudisium, ada 3 yudisiawati yang menerima penghargaan pamuncak jurusan dan fakultas, yakni Desy Kartika Permatasari dari Jurusan Pendidikan Olahraga dengan IPK 3,77, Laily Mita Andriana dari Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga dengan IPK 3,80, dan Priska Okta Avia Martha dari Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi dengan IPK 3,83. Sedangkan pamuncak Fakultas diraih oleh Priska Okta Avia Martha dengan predikat Pujian. Para yudisiawati tersebut memperoleh piagam dan uang sebagai bentuk apresiasi karena telah berjuang mendapatkan hasil yang terbaik selama mengenyam pendidikan di FIO.

Pada kegiatan ini, dalam sambutannya, Setiyo Hartoto menyampaikan pesan agar untuk senantiasai mengamalkan ilmu, dan jadilah orang yang pandai dan juga beruntung. " ada pepatah mengatakan jika wong pinter kalah karo wong bejo, tapi saya berharap saudara sekalian menjadi orang yang pandai juga orang yang beruntung" pungkasnya.

Selain sambutan oleh Dekan, pada acara kali terdapat sambutan spesial dari perwakilan Bapak/Ibu Dosen yaitu oleh Bapak Machfud Irsyada, "Kembangkan moralitas, baru prestasi, dan jangan lupa untuk selalu berusaha dan berdoa" ujar pelatih nasional tersebut. (ARK)

 

.



Kalender Akademik Semester Gasal 2019/2020

oleh: Admin      Tanggal: 28-06-2019      468 pembaca

Berikut adalah link download kalender akademik semester gasal 2019/2020

 

https://drive.google.com/open?id=1RkjxHOy3bVyIdq3ro_wjdISwBda7qP76

.



Anti Salting: Jurus Jitu Mahasiswa Unesa Tingkatkan Keterampilan Motorik Siswa Tunanetra

oleh: Admin      Tanggal: 22-06-2019      330 pembaca

Pengajaran bagi siswa disabilitas tentu tak heran banyak orang yang berpendapat bahwa hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang berkecimpung pada pendidikan luar biasa. Namun berbeda kali ini, siapa sangka mahasiswa fakultas ilmu olahraga yang memprakasai terbentuknya inovasi baru bagi anak tunanetra. Ia bernama Febryansah Gilang salah satu mahasiswa jurusan pendidikan olahraga yang menjadi penggerak utama teman-teman seusianya melalui kegiatan program kreativitas mahasiwa (PKM). Pria berambut lurus ini, tidak sekadar duduk manis tapi ia memikirkan betul bagaimana setiap program dapat berjalan dengan baik, bermanfaat dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Akhirnya, ia pun mengajak teman-teman dari jurusan seni rupa, pendidikan luar biasa, dan ekonomi. Multidisiplin ilmu memiliki keunggulan tersendiri baginya sebab dengan multidisiplin ilmu pengetahuan dan pengalaman dapat berbagi menjadi satu untuk menciptakan sebuah suguhan yang mengesankan.

Gilang sudah mengikuti program kreativitas mahasiswa di tahun sebelumnya, tetapi menurutnya konsep yang lebih matang tahun ini. Semua ia persiapkan dengan matang, ketelitian dan penuh pertimbangan. Menciptakan sebuah inovasi baru dengan subjek yang baru pula. Tentu, tantangan yang dihadapi pun berbeda karena siswa yang dihadapi di tahun ini memiliki keterbatasan dalam indra penglihatan kesabaran benar-benar diuji. Namun, itu semua dapat dilalui dengan baik karena tujuan yang diharapkan pun agar dapat meningkatkan motorik siswa tunanetra di SLB YPAB Surabaya.

Di SLB A YPAB Surabaya mengalami permasalahan  mengenai tidak adanya media pembelajaran yang dapat digunakan pada mata pelajaran PJOK. Padahal, media pembelajaran sangat penting untuk merangsang proses belajar siswa, sehingga perkembangan motorik siswa dapat dimaksimalkan. Pun demikian yang dihadapi oleh guru PJOK di SLB A YPAB Surabaya. Bapak Aziz, beliau menuturkan bahwa : belum dapat menemukan inovasi yang tepat mengenai media pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran PJOK untuk siswa tunanetra. Selama ini, pembelajaran PJOK terfokus pada kegiatan senam yang digunakan untuk pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan permainan tradisional. Dua kegiatan pembelajaran tersebut belum dapat berjalan dengan maksimal, karena keterbatasan yang dimiliki siswa tunanetra. Hal ini terlihat dari masih adanya siswa yang diam. Kurangnya aktivitas gerak siswa ini berdampak pada kurang maksimalnya perkembangan motorik siswa.

Masalah yang dihadapi pun karena belum adanya penerapan media pembelajaran yang tepat sekaligus fasilitas yang kurang memadahi. Padahal penerapan media sangat berpengaruh bagi kemampuan perkembangan siswa, berpengaruh dalam membantu siswa untuk lebih mudah memahami suatu pelajaran. Oleh sebab itu tim PKM yang dimotori oleh Gilang (sapaan akrabnya) membuat sebuah program yang diberi nama, ANTI SALTING (penerapan painting stone dalam circuit training) untuk siswa tunanetra di SLB A YPAB Surabaya. ANTI SALTING merupakan sebuah program yang dirancang untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran PJOK dengan menggunakan media pembelajaran guna meningkatkan keterampilan motorik siswa tunanetra. Media pembelajaran yang digunakan pada program ANTI SALTING adalah painting stone, yaitu batu yang dilukis menggunakan cat timbul sehingga dapat diraba oleh siswa tunanetra.  Pada sisi atas painting stone terdapat gambar gerakan olahraga yang digunakan sebagai petunjuk atau arahan kepada siswa tunanetra untuk melakukan gerakan olahraga, sedangkan pada sisi bawah painting stone terdapat keterangan mengenai gerakan olahraga yang harus dilakukan, yang dilukis dalam bentuk huruf Braille. Setelah meraba painting stone dan memahami petunjuk mengenai gerakan yang harus dilakukan, siswa tunanetra menuju circuit traininguntuk melakukan gerakan olahraga tersebut. 

Tentu, ada segudang manfaat yang diperoleh berkat adanya program ANTI SALTING ini. Meski dilihat dari namanya kurang memiliki korelasi terhadap isi di dalamnya, namun ANTI SALTING sendiri merupakan sebuah akronim dari gabungan beberapa kegiatan yang dilakukan untuk membantu siswa SLB A YPAB Surabaya. Bila bukan kita yang melek terhadap siswa disabilitas, mau siapa lagi? Karena siswa disabilitas pun sebetulnya memiliki kemampuan yang sama dan hak hidup yang sama. Bukan hal yang sulit bisa sesama manusia hendaknya saling mengulurkan tangan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada sesama. Karena sejatinya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi orang lain, pun membahagiakan orang lain adalah cara untuk memaknai hidup menjadi lebih baik. 

.



TABACO: Tas Limbah Shuttlecock Karya Mahasiswa Unesa

oleh: Admin      Tanggal: 22-06-2019      245 pembaca

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah salah satu program Belmawa Kemenristekdikti yang dapat mengembangkan ide – ide kreatif dari mahasiswa. Program tersebut mencakup beberapa bidang salah satunya PKM Kewirausahaan (PKM-K).

Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) yang terdiri dari Dita Septiara Wulandari (2018), Fikratinnisa (2018), Timur Wedaring Wacana (2017), Silfiana Putri (2017), serta Lindah Tri Amanat Sari (2018), dibawah bimbingan Andhega Wijaya, S.Pd.Jas., M.Or. Mendapatkan hibah dari Belmawa Kemenristekdikti melalui PKM-K yang dibuatnya karena menciptakan sebuah inovasi kreatif yakni dengan membuat tas yang berornamen limbah shuttlecock yang didesain unik dengan model tren masa kini yang dikenal dengan merk “Tabaco”

Tabaco memiliki beberapa keunggulan selain bahan utamanya yang ramah lingkungan harganya pun juga murah dibandingkan dengan kompetitor-kompetitor lain. Tabaco dipatok dengan harga 100 sampai 150 ribu rupiah. Keunggulan yang lainnya yakni dari desain dan warna Tabaco yang unik dan menarik.

Ketua Tim Tabaco, Dita mengungkapkan bahwa ide tersebut muncul karena melihat peluang semakin banyaknya limbah shuttlecock karena antusiasme masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis setelah terselenggaranya acara Asean Games 2018. 

Selain itu Dita juga mengungkapkan bahwa berwirausaha dijaman sekarang sangatlah mudah, banyak media yang dapat dijadikan sebagai sarana untuk memasarkan produk apalagi sebuah tas.
Silfi selaku anggota tim menggungkapkan bahwa Tabaco memiliki 4 model tas yang dapat dipilih oleh konsumen yakni handbag (belana), tas lingkaran (micosa), pouch (cotta) dan slingbag (livya).

Untuk memesan tas Tabaco dapat melalui Whatsapp: 081233557950 dan Instagram @Tabaco.id

.



Teliti Budaya Ojhung, Mahasiswa Unesa Rekomendasikan Sport Tourism di Madura

oleh: Admin      Tanggal: 22-06-2019      498 pembaca

Siapa yang belum mengenal istilah Sport Tourism? Mungkin, banyak dari kita sekadar mendengar istilah tersebut namun belum paham betul terkait sport tourism.

Sport Tourism atau wisata olahraga merupakan jenis perjalanan untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, baik sekadar rekreasi, berkompetisi, maupun bepergian ke situs-situs olahraga seperti stadion. Sport Tourism atau Pariwisata Olahraga merupakan paradigma baru dalam pengembangan pariwisata dan olahraga di Indonesia.


Salah satu upaya yang dapat dikembangkan melalui sport tourism ini adalah dengan mengangkat sebuah tradisi ojhung. Tradisi ojhung merupakan seni pertarungan dengan saling memukul dan menangkis anggota badan lawan dengan menggunakan sebuah rotan yang ditengahi atau dipandu oleh seorang wasit.

Kesenian ini menonjolkan kekuatan fisik dari pemainnya. Seni ini dapat dimainkan oleh siapapun, baik orang remaja sampai dewasa, baik kaum laki-laki maupun perempuan.

Melihat potensi ojhung yang cukup menarik bila dikembangkan, maka di tangan mahasiswa fakultas ilmu olahraga Unesa yakni Febryansah Gilang menangkap peluang dengan mengembangkan sport tourism pada seni tradisional ojhung.


Seni tradisi ojhung memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sport tourism berbasis budaya. Dalam hal ini, sport tourism berbasis budaya menggabungkan kegiatan olahraga dengan kekuatan seni tradisi ojhung, ungkap Gilang saat diwawancara.

Menangkap potensi yang cukup besar, tentu tidak ingin dilewatkan begitu saja. Apalagi terkait pengenalan sport torism di wilayah Madura masih belum terjamah. Maka, potensi pengembangannya pun dapat berjalan dengan baik.


Selain itu dengan adanya sport tourism di wilayah Madura, tentu akan mendongkrak ekonomi di pulau garam itu. Pengenalan sebagai objek wisata baru pun akan mengundang banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga kebermanfaatannya cukup tinggi.

Ojhung dengan berbasis sport tourism ini berpotensi pula untuk meningkatan potensi wisata dan warisan kebudayaan Indonesia.


Meski cukup sulit dilakukan pengembangan wisata olahraga perlu dilakukan, karena pengembangan wisata olahraga memiliki nilai jual yang tinggi. Hasil yang diperoleh pun bukan sekadar cuma-Cuma, melainkan berkualitas.

.



Membangun suasana indah dan nyaman melalui halal bihalal

oleh: Admin      Tanggal: 16-06-2019      241 pembaca

fik.unesa.ac.id- Surabaya, tanggal 13 Juni 2019. Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) menggelar acara halal bihalal. Acara yang dilaksanakan di depan halaman masjid An Nur FIO Unesa bertemakan "Melalui semangat Halal Bihalal 1 Syawal 1440 H, Kita Rekatkan Persaudaraan, Kebersamaan, dan Penguatan Kelembagaan Fakultas Ilmu Olahraga UNESA".

Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Hariyanto, M.Kes., Rektor UNESA periode 1997-2001 Prof. Drs. H. Toho Cholik Mutohir, M.A., Ph.D., Purna tugas, Dosen, Tendik, Perwakilan dari ORMAWA, Bank BTN, Bank JATIM, dan Hotel IBIS surabaya.

Dr. Setiyo Hartoto, M.Kes., selaku dekan FIO menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesediaan para undangan, khususnya purna tugas yang sudah meluangkan waktu menghadiri acara halal bihalal ini. Tak hanya itu, Setiyo Hartoto juga sedikit bercerita tentang sejarah dan perkembangan FIO. “Dulu pada saat saya masih jadi dosen muda, pendidikan karakter itu sangat ditonjolkan. Jadi, rasa hormat kepada para senior itu sangatlah kentara, dan alhamdulillah yang dulunya SPO jika ingin berenang harus ke Gunungsari dan softball harus ke Kertajaya, kini dengan berubahnya menjadi FIO semua fasilitas sudah lengkap.” ungkapnya.

Sementara itu, Ustaz Zainal Abidin, S.Ag, M.Fill., dalam ceramahnya menyinggung terkait sejarah halal bihalal, dimana istilah ini merupakan bentuk inovasi baru yang kental dengan momen lebaran. Menurut Ustaz Zainal, halal bihalal adalah tradisi, yakni sesuatu yang wajib dipertahankan jika itu baik, meliputi adat istiadat.

“Melalui halal bihalal ini kita lebarkan senyum kita kepada atasan dan bawahan, dosen dan mahasiswa, agar terbangun suasana indah dan nyaman. Selain itu, jangan mengejek orang yang salah apalagi orang yang tidak salah difitnah menjadi salah, koreksilah diri sendiri, tangisilah kesalahan kamu sendiri dan mudah memaafkan adalah kunci untuk mempererat persaudaran, kebersamaan, dan penguatan terhadap suatu lembaga,” ujar Ustaz Zainal.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan Qori dari mahasiswa FIO, dan juga penampilan dari mahasiswi FBS(tni/ark)

.