Detail Berita





Persatuan Dharma Wanita Unesa Mengadakan Acara Bertajuk "Semangat Kartini, Memperkuat Daya Cipta & K


oleh: Admin      Tanggal: 23-04-2019      389 pembaca

Kartini, atau biasa yang kita tahu dengan nama Raden Adjeng Kartini (R.A Kartini), merupakan seorang tokoh jawa dan salah satu pahlawan nasional indonesia. Beliau dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. R.A Kartini merupakan sosok yang cinta terhadap anak-anak, masyarakat, dan terutama wanita-wanita pada jaman itu. Beliau mempunyai keinginan yang sangat besar, dan peduli kepada pendidikan sekitar. Beliaupun diberikan dukungan oleh sang suami yaitu, K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten rembang, atau yang sekarang biasa disebut sebagai "Gedung Pramuka".

Oleh karena itu, untuk memperingati hari lahir R.A kartini, Persatuan Dharma Wanita Unesa mengadakan sebuah acara bertajuk "Semangat Kartini, Memperkuat Daya Cipta & Kreatifitas Perempuan Kekinian". Diselenggarakan di Auditorium Lantai 3 Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa, kegiatan memperingati hari Kartini ini diawali dengan pembacaan doa, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang disambung dengan Hymne Dharma Wanita. Setelah menyanyikan hymne Dharma Wanita, kegiatan pun dilanjutkan dengan pembukaan oleh perwakilan persatuan Dharma Wanita FIO, Persatuan Dharma Wanita Unesa, dan Perwakilan dari Bpk. Rektor Unesa.

Setelah acara pembukaan, kegiatan pun dilanjutkan dengan seminar yang disampaikan oleh Siti Nurul Hidayati, S.Pd., M.Pd. Dalam seminarnya, Ibu Siti Nurul menyampaikan bahwa kartini modern itu harus "BAPER", harus "Bawa Perubahan". "Dulu, R.A Kartini berliterasi melalui surat untuk mengangkat derajat perempuan, sekarang kartini modern harus "BAPER", yaitu "Bawa Perubahan". Kalau dulu Kartini berliterasi melalui surat, maka dijaman modern ini, Kartini modern harus menggunakan literasi digital untuk terus belajar dan harus pintar memilah mana yang baik, mana yang buruk, mana yang dibutuhkan, dan mana yang tidak dibutuhkan" Ujar beliau. Beliau pun mengambil contoh tokoh-tokoh yang menjadi kartini di era modern ini, seperti Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Sri Mulyani, Menteri Perekonomian Indonesia.

Kegiatan berlanjut dengan penampilan dari perwakilan persatuan Dharma Wanita FIO Unesa. 

(ARK)

 

.


Kembali