Detail Berita





Bupati Nganjuk : “Mahasiswa Harus Mampu Menjadi Agent of Change dalam Gerakan Anti Korupsi”


oleh: Admin      Tanggal: 14-08-2019      56 pembaca

Semarak PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) tahun ajaran 2019 / 2020 pada hari ke-2 dimeriahkan dengan kedatangan bapak Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, S. Sos., M.M.  Pada kesempatan ini, pak bupati mengisi materi yang berlangsung di Auditorium FIO lantai 3, diawali dengan penampilan Karate, serta Pencak Silat dari perwakilan calon mahasiswa baru Jurusan S1 Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi yakni Denny Firman Syah dan Donny Firman Syah yang merupakan saudara kembar.

Materi dengan judul “Peran Mahasiswa dalam Mencegah Korupsi dan Berpartisipasi dalam Good Governance” diikuti sangat antusias oleh para calon mahasiswa baru Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya.

Inti dari materi yang disampaikan adalah penjelasan mengenai korupsi dan faktor – faktor yang menyebabkan adanya korupsi, dampak korupsi hingga cara untuk memberantas korupsi.

Beliau menyampaikan bahwa perilaku seperti membolos, menyontek, titip tugas atau perbuatan curang lainnya adalah contoh korupsi yang dilakukan oleh para mahasiswa. Selain itu pak Novi juga  menghimbau kepada adik - adik maba agar perilaku – perilaku seperti korupsi dapat dihilangkan dimulai dari diri sendiri.

Dari penyampaian materi ini, banyak calon mahasiswa baru yang mengajukan pertanyaan, salah satunya yakni bagaimana cara mahasiswa agar tidak ikut atau terjerumus kedalam korupsi.

Dengan melihat berbagai kasus korupsi yang ada di Indonesia, maka peran mahasiswa sangatlah penting. “Mahasiswa harus mampu menjadi Agent of Change dalam gerakan anti korupsi, mampu menyuarakan kepentingan rakyat, mengkritisi kebijakan – kebijakan yang koruptif, serta sebagai watch dog (pengawas) lembaga negara dan penegak hukum”, ujar bupati Nganjuk.

Sebelum acara ditutup, beliau memaparkan cara – cara untuk memberantas korupsi yaitu dengan Penindakan (Takut korupsi) ; Perbaikan Sistem (Mempersempit celah korupsi) ; terakhir Edukasi & Kampanye (tidak mau korupsi).

Acara diakhiri dengan kesimpulan yang disampaikan oleh Hijrin Fitroni, S.Or., M.Pd., selaku moderator sekaligus sebagai Ketua Panitia PKKMB FIO dengan statement : “Perlunya memberikan moral dan iman yang kuat bagi generasi Milenial serta membangun lingkungan dan budaya anti korupsi sejak dini, itu merupakan kunci pencegahan korupsi di tingkat mahasiswa.” (wny)

.


Kembali